Pages

Selasa, 24 Januari 2017

Negeri Ini

Bukan soal mencari sensasi ataupun mencari masalah. Ya disini saya sebagai manusia makhluk sosial yang tau dan merasakan negeri ini. Negeri tanah air dimana saya lahir dan dibesarkan hingga seperti ini. Saya sadar saya bukanlah orang penting, orang yang memiliki jabatan tinggi yang kesana kemari dengan jas dan jabatan mereka. I'm just human ya seorang pelajar yang masih belajar demi masa depan.

Ternyata kehidupan tak seperti yang kita bayangkan sekarang, dunia luar yang begitu luas mengajarkan arti pentingnya suatu kehidupan. Negeri, ya negeri dimana suatu manusia berkumpul dalam suatu wilayah, dimana setiap orang pergi dari kota ke kota, dimana setiap orang menyatu dengan tujuan yang sama. Namun tidak seperti bayangan, negeri bukan hanya suatu tempat tinggal dan berkumpul saja, negeri ini juga memiliki banyak aneka ragam di dalamnya. Ribuan pulau, Ratusan provinsi menjadi saksi tanah air ini. Negeri ini memang sudah merdeka sejak 71 tahun yang lalu tapi tak membuat semua menjadi merdeka begitu saja, perjuangan masih harus tetap ada. Namun apa yang terlihat sekarang??, merdeka dengan mengorbankan jutaan jasad yang hanya tinggal kenangan semata demi selembar kain yang penuh makna bukanlah hal yang mudah. Tapi sekarang lihat negeri ini lihat dengan sepenuhnya tak seperti sebuah negeri dengan semangat juang yang tinggi. Hanya terlihat orang orang yang tinggi bersenang senang tanpa melihat kenyataan yang telah mereka lakukan.

Negeri ini tak seindah dahulu, anak anak remaja yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa meninggal dengan cara yang tak wajar, bukan itu yang harusnya remaja lakukan mereka harus memenuhi kewajiban mereka sebagai pelajar dengan belajar. Rasa juang dan menghargai jasa para pahlawan sudah hilang dari benak diri. Semakin tak karuan negeri ini, rusak sudah moral generasi penerus bangsa. Dimana kita sekarang, dimana jiwa kita, dimana jati diri kita, dimana rasa kepahlawanan kita??, Negeri yang semakin jauh dan terus menjauh dari kata moral. Semua hanya bersenang senang karena sudah merdeka, sudah mapan, sudah nyaman, sudah tidak ada peperangan. Tapi ketauhilah kita belum sepenuhnya merdeka, kita belum merdeka jika belum menghargai jasa para pahlawan, kita belum merdeka jika kita belum bisa mengetahui arti kemerdekaan itu sendiri. Dimana semangat jiwa para penerus bangsa?. Begitu sedih dengan negeri ini, sedih dengan semua yang terjadi. Kebodohan semakin tak karuan lagi. Dimana moral para penerus bangsa? Kita harus sadar bahwa tak semudah itu mengibarkan selembar kain penuh makna itu. Penjabat pejabat memakai jas dengan membusungkan dada, tanpa mereka mau melihat kebawah dengan rasa iba. Mereka hanya terus berkata kata benar namun mereka buta dengan kata kata mereka sendiri. Buta dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Para generasi penerus negeri ini yang lupa dengan kewajiban mereka sekarang. Mereka terus bersenang senang dengan apa yang mereka miliki sekarang tanpa mengetahui dampak nya esok nanti. Bukan sekarang namun nanti, jika anak cucu kita hanya merasakan imbasnya kita semua hanya bisa menangis dengan hal itu dan menyesalinya. Namun tangisan demi tangisan itu tak berarti, tak berguna sebuah tangisan jika itu sudah terjadi begitu saja. Ubahlah pola pemikiran kita, kita sebagai generasi penerus bangsa, generasi dimasa datang. Tekhnologi boleh berkembang namun kita tidak boleh semudah itu terpengaruh untuk hal hal negatif. Kita semua pasti memiliki tujuan hidup masing masing, tujuan dimana kita harus mencapai kesuksesan. Tetapi apakah ada kesuksesan tanpa usaha? Berusaha lah kita kaum generasi penerus, ubah masa depan bangsa ini menjadi lebih baik dari sekarang ini.

Memang sekarang kita begitu mudah dibodohi dan dipengaruhi hingga kita jatuh dan jauh dengan kata moral. Tolong, pahamilah, ketauhilah, resapilah kemudian kita semua sadar pentingnya arti negeri ini bagi semua generasi penerus

0 komentar:

Posting Komentar