Seperti sebuah pembantaian namun bukan itu yang akan saya bahas kali ini. Hampir semua penduduk di dunia memiliki agama dan anutan masing masing dari mereka. Bukan karna saya ingin membela agama dan anutan saya, namun memang hal itu yang terjadi sekarang. Saya sedih melihat apa yang terjadi terakhir ini, saya sedih tidak seperti apa yang saya bayangkan, saya sedih tidak seperti yang saya inginkan. Dunia yang semakin berseteru, negara negara yang tak pernah menyatu. Seperti akan adanya hari akhir yang kian mendekat. Hari dimana semua isi bumi hancur dengan seketika. Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan sekarang, yang saya lakukan hanyalah menguatkan iman berdoa dan belajar demi masa depan saya.
Agama saya, anutan saya sedih saya melihatnya. Melihat orang orang memusnahkanya, seakan akan mereka tak bersalah, seakan akan mereka semua benar. Mereka tak merasa takut, karna itulah yang ada dipikiran mereka, di benak mereka. Anak anak calon generasi penerus suatu bangsa, musnah sudah karna kekejaman akan jaman dan yang terjadi akhir akhir ini. Mereka dibunuh, dipisahkan dari kedua orang tua mereka, disiksa, diperbudak. Sungguh sedih melihatnya. Walaupun saya hanya bisa melihat dari media social tanpa melihat kejadian sesungguhnya. Hati ini begitu sedih begitu melihat. Wanita wanita dikumpulkan hanya menjadi budak. Jeritan, tangisan, rintihan itulah yang mereka rasakan sekarang. Saya tidak suka agama saya anutan saya diinjak injak begitu saja, ditindas seakan akan kita semua bersalah. Agama yang sebelumnya berdiri kokoh dengan milyaran seseorang yang menganutnya. Namun keyakinan akan hari akhir itu masih tetap ada. Mereka takut dengan apa ramalan dari kitab kitab terdahulu yang menyebut akan datangnya hari itu. Hari dimana kehancuran terjadi.
Tolong jangan sakiti anak anak kecil yang tak berdosa, tolong jangan hancurkan anutan agama kami, tolong jangan ubah dunia ini penuh dengan kebencian. Buatlah masa depan dunia ini menjadi penuh dengan perdamaian, berbeda beda agama namun tetap menjadi satu. Kita bisa hidup di masa ini, namun belum tentu kita bisa hidup di masa yang akan datang. Kuatkan iman, hati nurani, dan pikiran kita. Karna kita semua akan merasakan hal itu nantinya
0 komentar:
Posting Komentar